Menuju Indonesia Yang Maju "AYO CEGAH KORUPSI"






Pernahkah anda memikirkan, kenapa sampai saat ini negara kita masih saja disebut negara berkembang?
  
Perekonomian dan kesejahteraan rakyat merupakan acuan yang paling utama bagi sebuah negara agar dapat diakui sebagai negara yang maju. Selain itu, faktor lain yang harus dipenuhi sebuah negara agar menjadi negara maju, antara lain kekuatan militer, sumber daya energi, hubungan bilateral, sumber daya manusia yang berkualitas, tingkat kelahiran yang seimbang dan masih banyak lagi. 

Pada kenyataannya, negara kita Republik Indonesia masih jauh dari kata maju. Selain belum memenuhi syarat-syarat di atas, KORUPSI menjadi penyebab utama negara kita tidak maju-maju.

Koruptor harus diberantas tuntas di negara kita ini !

Bisakah anda bayangkan, total kerugian negara akibat tindak pidana korupsi sejak tahun 2001 hingga 2015 mencapai  Rp. 203,9. Data tersebut merupakan hasil kajian dari Laboratorium Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM), sedangkan aset yang terkumput dari para koruptor yang sudah ditangkap hanya terkumpul Rp. 21,26 Triliun.

Tentu bukan hanya negara yang rugi akibat dari tindak pidana ini, namun kita semua bangsa Indonesia, pelaku korupsi seharusnya diberi hukuman yang lebih menakutkan lagi agar bangsa ini bisa selamat. Hukum islam sepertinya cocok untuk para koruptor di Indonesia, namun sepertinya hukum tersebut tidak dapat diberlakukan di negara kita.

Hal ini disebabkan Republik Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila, tentunya kita harus menghagai umat agama lainnya seperti yang tertuang dalam sila pertama. Terkait dengan Pancasila dan dalam sila ke-empat pun telah ditegaskan oleh para leluhur kita, kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, andai para pemimpin negeri kita menganut pancasila sebagai pedoman kepemimpinan nya, korupsi tentu tidak akan pernah me-wabah di negara kita ini.
 

Selama ini kita mengenal Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) lembaga tinggi Negara yang dibentuk berdasarkan amanah Undang-undang No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai lembaga yang berwewenang penuh dalam penanganan pemberantasan tindak pidana korupsi, sudah efektifkah kinerja KPK?

Mari kita lupakan KPK dan segala oknum yang terkait, baik itu aparat negara maupun pelaku korupsi yang sudah/belum tertangkap, dengan tidak menyalahkan oknum dan lembaga terkait dalam pemecahan masalah ini, ada baiknya kita sebagai bangsa yang ingin menjadi negara maju, berbesar hati dan mempercayakan masalah kita ini kepada pemerintah dan semua oknum yang terkait didalamnya, sudah pasti aparat negara kita saat ini tengah berjuang dari wabah korupsi ini.

Meski kita adalah rakyat biasa, banyak hal lain yang bisa kita lakukan untuk negara kita ini, selain melaporkan ke aparat negara jika kita mengetahui adanya tindak pidana korupsi, memperbaiki diri sendiripun dapat membantu negara kita menjadi negara yang maju, menjadi negara yang bebas korupsi.


Jauhi jiwa koruptor dari dalam diri

Manusia memiliki akal dan nafsu, hal inilah yang membuat manusia disebut mahkluk sempurna. Nafsu inilah yang harus kita kendalikan dalam diri kita, jiwa koruptor adalah salah satu bentuk nafsu yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah melakukan perbuatan buruk seperti ini, baik itu dalam hal besar bahkan hal kecil sekalipun.
Kenali diri anda, hindarilah perbuatan seperti itu mulai saat ini, korupsi dalam hal kecil sekalipun saat kita terbiasa melakukannya maka akan menjadi pukulan besar bagi kita dikemudian hari.

Mari dukung program pemerintah "Tax Amnesty"

Tax Amnesty adalah kebijakan pemerintah yang baru bergulir tahun 2016 ini, program ini ditunjukan kepada pembayar pajak tentang forgiveness / pengampunan pajak, dan sebagai ganti atas pengampunan tersebut pembayar pajak diharuskan untuk membayar uang tebusan sebagaimana seperti yang diatur dalam undang-undang. Mendapatkan pengampunan pajak artinya data laporan yang ada selama ini dianggap telah diputihkan dan atas beberapa utang pajak juga dihapuskan, marilah kita berpartisipasi dalam program pemerintah ini, data yang benar, serta pembayaran pajak yang jelas dan teratur dapat membantu negara kita ini dalam memberantas korupsi di bumi pertiwi ini.

Mari hindari korupsi

Ayo menjadi manusia yang berguna
Ayo bangun kehidupanmu
Ayo bangun masa depanmu
Ayo berbakti untuk negerimu
Ayo jadi negara yang maju
Sudah saatnya kita !


"Ciptakan Karya Untuk Negeri"








Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru






[Read More...]


Mempertaruhkan Hidup




Di depan para muridnya, seorang guru menceritakan pengalaman bertemu dengan seseorang veteran prajurit mantan penerbang Perang Dunia II. Pada suatu hari, prajurit tersebut harus menggarap proyek jalan lintas hutan di Myanmar.
Jarak tempuh penerbangan tersebut cukup jauh dan lama. Untuk menghilangkan kebosanan sekaligus memanfaatkan waktu luang, para pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya mereka bertaruh dengan mata uang dan harta yang melekat pada badannya. Nah, semakin lama lantaran tidak ada lagi yang dipertaruhkan, mereka bertaruh dengan hidupnya. Yang kalah harus terjun ke luar pesawat tanpa menggunakan parasut. Bayangkan!

Alangkah mengerikan dan kejamnya mereka!” teriak seorang murid mendengar cerita tersebut. “Memang benar,” jawab Guru, “Tapi dengan begitu justru permainan akan menjadi semakin asyik!”
Kemudian ia melanjutkan bicara, “Engkau baru bisa mensyukuri hidup bila pernah mempertaruhkannya.
[Read More...]


Membeli mimpi



AGAR MIMPI BISA TERBELI

Pernahkah Anda melihat seseorang yang pekerjaannya kelihatan biasa-biasa saja, tetapi memiliki apa saja yang dia inginkan? Sementara impian Anda punya rumah mungil masih dalam khayalan. Begitu juga sebuah mobil yang sudah lama Anda dambakan masih jauh dari jangkauan.
Sebaliknya, pernahkah Anda melihat seseorang yang penghasilannya besar tapi gajinya selalu habis. Dia mungkin seorang manajer di sebuah perusahaan besar atau seorang direktur perusahaan, tapi hidupnya begitu-begitu saja, kalau tidak mau dikatakan susah.
Hal-hal seperti itu bisa terjadi. Ya, saya mengerti bahwa mungkin sebagian besar dari Anda mengira bahwa penghasilan tinggi yang Anda miliki sekarang akan menjamin kesejahteraan Anda. Tapi jangan salah lho, banyak kok mereka yang memiliki penghasilan tinggi tetap saja tidak bisa menabung dan tidak bisa memperbaiki hidupnya. Sebaliknya, banyak juga orang yang kariernya biasa saja dan memiliki penghasilan terbatas, tapi bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Anda tahu apa yang membedakan keduanya? Cuma satu. Bagaimana Anda melakukan perencanaan keuangan.
Bapak ibu, dalam perencanaan keuangan, apalagi dalam hubungannya dengan keuangan keluarga, terus terang hanya ada dua hal penting yang harus Anda ketahui. Apa itu? Pertama adalah bagaimana mendapatkan penghasilan dan yang kedua, Bagaimana mengelola penghasilan tersebut.
1.    BAGAIMANA MENDAPATKAN PENGHASILAN
Kadang-kadang saya suka gemas melihat banyak orang yang bertanya kepada saya, "Pak Safir, bagaimana mengelola gaji saya agar cukup membiayai tiga orang anak dengan cicilan utang ini dan itu? Karena sepertinya saya terlalu boros..." Setelah saya lihat, ternyata masalah dia bukan terletak di pengeluarannya terlalu besar, tapi karena penghasilannya terlalu kecil. Repotnya lagi, dia tidak merasa perlu untuk mencari sumber penghasilan lain, dan bahkan pasrah saja terhadap penghasilan yang didapat.
Bapak ibu, hal pertama yang harus Anda kuasai tentang perencanaan keuangan adalah dengan mempelajari bagaimana mendapatkan penghasilan. Sehingga Anda tidak perlu terus-menerus menyalahkan besarnya pengeluaran Anda sebagai penyebab masalah keuangan Anda. Ini karena seringkali penyebab munculnya masalah keuangan adalah bukan pada besarnya pengeluaran Anda, tetapi pada penghasilan Anda yang terlalu kecil.
Saya yakin, beberapa di antara Anda mungkin ada yang mengatakan bahwa berapa pun penghasilan yang didapat itu tidak penting. Lebih penting adalah bagaimana mengelola penghasilan tersebut. Betul sih, tapi kalau penghasilan Anda terlalu kecil ya jangan salahkan penghasilannya dong. Mungkin memang sudah saatnya Anda mulai mencari sumber penghasilan lain. Mungkin dengan membuka usaha sendiri, atau dengan menjual keterampilan menjahit yang Anda miliki. Yang penting, perdalam pengetahuan Anda tentang bagaimana mendapatkan penghasilan. Dengan demikian, Anda tidak terus-menerus menyalahkan pengeluaran Anda yang besar, walau sebenarnya pengeluaran Anda tidak besar-besar amat.
2.    BAGAIMANA MENGELOLA PENGHASILAN
Setelah mendapatkan penghasilan, hal kedua yang harus Anda lakukan adalah dengan mempelajari bagaimana mengelola penghasilan tersebut. Ini penting karena saya sering melihat ada banyak orang yang memiliki penghasilan besar tapi penghasilannya seperti tidak terasa karena selalu saja habis. Sangat penting bagi Anda mengetahui bagaimana mengelola penghasilan yang Anda dapatkan. Jangan sampai penghasilan yang Anda dapatkan - entah itu besar atau kecil - habis begitu saja untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.
Lalu, apa yang bisa Anda lakukan dalam mempelajari bagaimana mengelola penghasilan yang sudah Anda dapatkan? Yang jelas, Anda perlu melakukan prioritas-prioritas pengeluaran yang Anda anggap paling penting sampai pada pengeluaran yang tidak terlalu penting. Jangan lupa mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, dan waspadai juga pos-pos pengeluaran yang berpotensi untuk jadi besar kalau tidak dijaga dengan baik. Mudah-mudahan dengan cara-cara seperti itu, Anda bisa lebih berhasil dalam mengelola keuangan Anda. Dan Anda pun bisa mewujudkan mimpi-mimpi Anda.
[Read More...]


GALI LUBANG TUTUP LUBANG TIAP BULAN



Saya hanya ingin sekedar sharing nih ..




Seorang bapak yang bernama Pak Safir sempat bertanya kepada saya
Pak Safir :
Sejak awal menikah, saya dan suami menumpang di rumah orang tua. Meski suami saya bekerja, kami belum bisa membeli rumah sendiri. Setelah si sulung lahir, kami mengontrak rumah. Kini setelah anak kami empat (yang terkecil umur tiga tahun), kami masih tetap juga mengontrak.
Saat ini penghasilan suami saya dari gajinya hanya Rp 1 juta per bulan. Jelas amat berat bagi kami untuk bisa punya rumah sendiri. Apa yang harus kami lakukan? Kalau mau bekerja, jelas tidak mungkin karena nanti anak-anak tidak ada yang menjaga.
Sebetulnya dulu saya sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Namun setelah menikah, oleh suami dilarang bekerja lagi. Masalahnya, saat ini segala kebutuhan hidup terus membengkak harganya. Bagaimana bisa kami mengatasi masalah keuangan ini? Sungguh saya stres dibuatnya. Yang ingin saya tanyakan:
1.    Bagaimana caranya agar kami tidak gali lubang tutup lubang tiap bulan?
2.    Pengeluaran rutin kami adalah untuk air, listrik, sewa rumah, bayar sekolah, dan belanja sehari-hari. Bagian mana yang mesti saya hemat, Pak?
3.    Bagaimana menanggapi suami yang suka marah-marah karena gajinya sudah habis dalam seminggu? Padahal saat ini semua kebutuhan hidup sudah naik.
Mohon bantuannya  Terima kasih sebelumnya.



Jawab:

Tanpa bermaksud mengecilkan hati, maka dengan empat orang anak, gaji satu juta rupiah sebulan, tanpa memiliki simpanan sedikit pun, maka akan sangat sulit sekali bagi Anda untuk bisa memiliki rumah sendiri. Karena jelas, memiliki rumah sendiri membutuhkan uang tunai.
Bahkan kalau Anda mau mengambil fasilitas kredit sekalipun, Anda tetap harus menyediakan sejumlah dana untuk uang muka, yang jumlahnya minimal harus sekitar 30 persen dari harga rumah yang Anda inginkan!
Dibawah ini saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda :
1.    Bagaimana agar tidak gali lubang tutup lubang setiap bulannya?
Melihat kondisi keluarga Anda dengan empat orang anak, sulit sekali bagi saya memberikan saran yang lebih banyak selain agar Anda mulai berpikir untuk menambah penghasilan keluarga. Apa pun caranya!
Banyak sekali orang datang kepada saya dan bertanya tentang bagaimana cara menekan pengeluaran ini atau pengeluaran itu. Yah, menekan pengeluaran memang baik, tapi kalau setiap tahunnya harga barang dan jasa selalu naik, maka sulit sekali untuk bisa menekan pengeluaran kalau penghasilannya segitu-segitu saja. Apalagi dengan empat orang anak, gaji satu juta rupiah dan Anda sendiri tidak bekerja. Jelas, sulit sekali untuk bisa menekan pengeluaran.
Kalaupun bisa, itu mungkin hanya dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, akan sulit sekali untuk tidak gali lubang tutup lubang. Saya hanya menyarankan agar Anda mulai memikirkan untuk menambah penghasilan, entah dengan bekerja lagi atau dengan membuka usaha sendiri di rumah. Ini tidak bisa dihindari lagi. Banyak pekerjaan yang bisa kita lakukan tanpa harus meninggalkan rumah, kok. Anda amati saja sekitar Anda, pasti ada. Yang paling umum adalah menerima jasa memasak (katering) atau menerima jahitan. Tentu saja masih banyak lagi bidang jasa lain yang bisa Anda tekuni.

2.    Kalau saya mau menekan pengeluaran, bagian mana yang mesti dihemat?
Sayang sekali Anda tidak menyebutkan berapa persisnya pengeluaran Anda. Dari semua pos pengeluaran yang Anda katakan, semuanya terlihat penting. Air, misalnya. Dengan empat orang anak, masak Anda mau menekan penggunaan air di rumah Anda?
Listrik, kalau untuk yang satu ini, saya hanya bisa menyarankan agar Anda mengurangi penggunaan listrik secara bersamaan pada malam hari. Kurangi pemakaian AC bila Anda memiliki AC. Daripada AC, gunakan exhaust fan. Selain lebih irit, juga lebih sejuk dan lebih sehat.
Sewa rumah, saya tidak tahu apakah Anda bisa menawar biaya sewa rumah atau tidak kepada pemilik rumah Anda. Kalau bisa tawar, tawar saja. Tentang biaya sekolah anak, Anda mungkin harus bersedia memilih sekolah yang standar biayanya lebih murah seperti sekolah negeri, misalnya. Kalau untuk belanja sehari-hari, jelas Anda sendiri yang lebih tahu mengenai pengeluarannya. Dengan empat orang anak, saya pikir tidak ada lagi yang perlu Anda tekan untuk uang belanja. 

3.    Bagaimana menanggapi suami yang suka marah?
Coba Anda duduk bersama dengan suami Anda dan tunjukkan perhitungan pengeluaran keluarga Anda di atas kertas. Saya tahu itu memang tidak mudah. Akan tetapi dengan bukti perhitungan di atas kertas, saya yakin seorang suami yang baik dapat memahaminya.
Yang penting untuk diingat adalah bahwa jangan sampai perhitungan yang Anda tunjukkan tersebut menyinggung harga dirinya sebagai suami, tapi tunjukkan bahwa Anda ­ sebagai istri ­ juga bersedia membantunya untuk menambah penghasilan keluarga. Entah dengan melamar kerja di swasta, maupun dengan membuka usaha kecil-kecilan.
Semoga masalah Anda dapat teratasi selekasnya. 

[Read More...]


Jadilah Seperti Pensil





Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat. “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi. Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya”, Ujar si cucu. Si nenek kemudian
[Read More...]


Waktu



Seperti biasa Rudi, kepala cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.
“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya.
Biasanya, Imron memang sudah lel...ap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
[Read More...]


Cinta Seekor cicak



Ketika sedang merenovasi rumah, seorang pemuda mencoba meruntuhkan suatu tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang dibuat dari kayu. Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui seekor cicak yang terperangkap di antara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebatang paku.
Dia merasa kasihan sekaligus heran.... Lalu dia memperhatikan paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibuat.
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan keadaan terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
[Read More...]


Koin penyok



Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dgn rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit.

Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yg sudah penyok.” Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank.

[Read More...]


“Hadirlah walau hanya satu malam”









                  Aku iri melihat teman-temanku, aku iri melihat anak-anak yang lain, bahkan aku juga iri melihat kekasihku ....


Aku iri melihat mereka semua masih bisa merasakan kasih sayang, amarah, perhatian, nasehat, dan omelan dari ayah mereka.
Sungguh inginnya aku merasakan kehadiran ayahku lagi, sungguh sangat menyesal ketika dulu papa selalu menasehati ku, memberikan kasihnya, memberikan semuanya yang kubutuh saat ini, namun dulu aku sLalu mengacuhkan apa yg papa ucapkan, menganggap itu hal sepele, bahkan aku suka menjelek-jelekan ayah ku sendiri didalam hati..
Tapi kini saat kusadari arti semua itu !
so whatever the meaning of life
Papa telah tiada . .
Tak ada lagi orang yg dapat aku contoh kepemimpinannya dikeluarga
wajar saja kini kami (aku & adik) menjadi sedikit nakal
mungkin karena kurangnya bimbingan orang tua
[Read More...]


Renungan Anak Jalanan



Projul itu namaku
Aku ngak kenal ayah, aku ngak kenal ibu..  Aku Anak siapa?
Aku ngak tahu.  Aku suka baca, Dari koran yang kujual, Dari buku-buku bekas di tong sampah.
Gini-gini aku suka nonton film Armageddon Lho ..
Aku baca disitu, setiap anak punya ibu, Punya ayah, Punya adik, Punya kakak, Punya kakek, Punya nenek. Tapi aku ngak punya. Eh, bukanya nggak punya tapi nggak tahu.  Masak ada anak ngak punya ayah dan ngak punya ibu, Ngak mungkin khan..
Aku suka sedih Kalau memikirkannya, Tapi kalau aku sedih terus  Aku ngak bisa kerja. Kalau ngak bisa kerja, aku ngak bisa makan. Kalau ngak bisa makan aku bisa sakit. Kalau sakit siapa yang ngejaga? Aku
[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2016 | Theme Converted into Blogger Template by HackTutors and Ranggas4putra